Dunia ibarat pantulan bayangan

Kemarin baru dapat artikel menarik dari bang satrio. Baik untuk kita renungkan bersama.
bayangan

bayangan

Kalau boleh saya bilang, dunia ini hanya tempat melepas lelah bagi seorang musafir yang sedang dalam perjalanannya, yang dilakukan ketika beristirahat hanyalah minum air, menyiapkan fisik dan perbekalannya guna melanjutkan lagi perjalanannya . Orang jawa bilang “urip ning ndonya kuwi ibarat e cuma panggonan mampir ngombe”. Orang yang sadar bahwa dunia ini cuma “tempat istirahat”, tentu dia tidak akan terlena di tempat peristirahatannya, karena tujuan sebenarnya masih jauh, orang itu tentu akan sibuk mengecek perbekalannya, apakah cukup untuk perjalanan panjangnya. Sebab kalau dia terlalu sibuk dengan istirahatnya, atau bahkan karena terlalu capek sampai enggan melanjutkan perjalanan maka bisa dipastikan dia tidak akan sampai ke tempat tujuan.
Memang, dunia penuh dengan hal-hal yang menyenangkan, hal-hal yang indah dalam pandangan manusia.
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan,binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS Ali ‘Imran:14 )
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS Al An’aam: 32)
Apabila seseorang menjauh darinya, maka ia (dunia) akan maju kepadanya. Apabila seseorang hanya melihat dan hanya melaluinya, maka dunia akan berikan pemandangan yang indah yang menyilaukan untuk menarik diri manusia.
Barang siapa yang menaruh mata kepada dia, maka dunia akan bersiap diri untuk membutakannya.
Apabila dia bergelimang harta dan uang yang berlimpah, maka dapat dipastikan badai kecemasan akan melingkupi dirinya, sehingga dia kehilangan rasa damai dalam jiwanya.
Apabila kekurangan atau miskin dia selalu merindukan kekayaan. Orang yang terpaut pada dunia, hawa nafsu dan keinginannya tak mengenal batas, selalu kurang dan kurang entah itu apapun bentuk dan alasannya, dunia ini hanyalah sebagai pantulan bayangan.
Apabila manusia berlari mengejarnya, maka dunia akan berlari menjauh, tetapi apabila kita cuek dan meninggalkan dia, maka ia akan mengikuti kemana kita pergi.
Makna dari ini adalah bila kita mampu patahkan cengkeraman akan ‘ketamakan dan keserakahan’ dan melepaskan diri hasrat-hasrat buruk dari dunia ini, manusia akan dapatkan kesenangan dunia dan tak akan kehilangan akan dunia ini.
Hanya orang-orang yang mau melihat dunia ini hanya atas permukaan dan mengambil pelajaran dari kemungkinan atas tiap kejadian, akan dapatkan pengetahuan tentang kekuasaan Allah, Kebijakan dan Kearifan, Rahman serta Rahim – Nya, Kepandaian dan Kemampuan-Nya memelihara. Matanya akan melihat kecermelangan dan pemandangan yang sesungguhnya. Sebaliknya orang yang semata mata hanyut dalam aneka warna dunia serta perhiasannya,
bersiaplah akan kehilangan dirinya bersama kegelapan dunia ini sendiri.
Itulah sebabnya Allah melarang kita sebagai manusia untuk memandang dunia ini sebagai mana firman- Nya pada [Q.S 20 : 131] :
“Dan janganlah kamu tunjukkan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya, Dan karunia Tuhan kamu adalah baik dan kekal”
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS Al Hadiid: 20)
nb: makasih buat mas satrio sudah diijinkan copas, tulisannya saya tambah sedikit

4 thoughts on “Dunia ibarat pantulan bayangan

  1. he.he..he…aku suka dengan ini mas…
    siip lah…maaf, baru bisa mampir lihat blog mu
    biasa…rutinitas.

    Oke met bekarya lagi, sebenarnya masih banyak tulisan-tulisan yang senafas dengan hal itu
    mau posting kok masih nyangkut dan ketinggal di kepalaku mas
    hi hi hi …

    Salam – Satrio

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s